[AKADEMI HAJI ESQ] TAFSIR ASMAUL HUSNA

 [AKADEMI HAJI ESQ] 

TAFSIR ASMAUL HUSNA


وَلِلّٰهِ الْاَ سْمَآءُ الْحُسْنٰى فَا دْعُوْهُ بِهَا ۖ وَذَرُوا الَّذِيْنَ يُلْحِدُوْنَ فِيْۤ اَسْمَآئِهٖ ۗ سَيُجْزَوْنَ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ 


"Dan Allah memiliki Asmaul Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya. Mereka kelak akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan."

(QS. Al-A'raf 7: Ayat 180)

[AKADEMI HAJI ESQ] TAFSIR ASMAUL HUSNA
 [AKADEMI HAJI ESQ] TAFSIR ASMAUL HUSNA


Tema : 34.Yaa Azhiim

Senin 13 Desember 2021

⏰ 05.10 - 06.30 WIB

👳‍♀️Ust. Afif Madanih S.Ag

❣️ZOOM : http://bit.ly/ESQ_Hajj

ID: 616 954 5448

❣️YT : https://bit.ly/Youtube_ESQTours

Please subscribe, like and comment

Salam ESQ 165


*LEMBAH KEHAMBAAN*


Sudah lama saya diajarkan Kiyai Luqmanulhakim, bahwa hanya pada Lembah Kehambaan lah semua yang baik-baik itu terhimpun, tapi saya susah mudeng. Dan baru akhir-akhir ini saya mulai mengerti. Dan semoga ini ngerti beneran, faham beneran.


Manusia itu diciptakan untuk jadi Hamba Allah, budaknya Allah, Hamba Sahaya, gak merdeka sama sekali. Diurus Allah siang malam, diberi rizky terus menerus, maka dari itu terikat syariat dan harus taat. Wajar.


Posisi Hamba Allah ini ya rendah, harus merendah dihadapan Allah, harus menghinakan diri dihadapan Allah. Maka di surah Al Furqon ayat 63, Allah menyebut _'Ibadurrahman_ itu berjalan diatas muka bumi dengan _"haunan"_. Dengan rendah hati. Gak petantang petenteng.


***


Mereka yang rendah hati di muka bumi ini, secara alami akan jadi orang yang menyenangkan, karena sombong itu memuakkan, muji-muji diri itu bikin eneg, ngomongin kehebatan diri juga bikin mual.


Maka mereka yang menyetel batinnya rendah hati, menghargai orang lain, mendengarkan orang lain, selalu menganggap orang lain bisa jadi lebih mulia dari dirinya, akan jadi sosok yang menyenangkan.


Begitulah Kiyai Luqman, sosoknya menyenangkan, setiap ada orang yang menyampaikan sesuatu, beliau dengarkan seksama, bahkan tokoh-tokoh yang bisa jadi gak lebih populer dari dirinya, beliau resume ceramahnya.


Sikap rendah hati begini bikin mereka banyak teman, akhirnya banyak sahabat, akhirnya banyak daya dukung, akhirnya banyak hadir kekuatan.


Aneh, tapi inilah *Operating System Ilahi (OSI)*.


*Makin merasa rendah, makin ditinggikan Allah.*

*Makin merasa lemah, makin dikuatkan Allah.*

*Makin merasa hina, makin dimuliakan Allah.*


***


Mereka yang merasa bahwa ilmunya terbatas akan sangat serius mendengarkan orang lain. Berbeda dengan yang sok pintar, sok sarjana, sok master, sok doktor. Merasa sudah kuliah lama, merasa pintar, sehingga gak mau mendengarkan dan gak mau belajar lagi.


Saya banyak menemukan rekan Doktor yang humble. Pintarnya luar biasa, tapi kalo kita lagi sampaikan sesuatu, dia mendengarkan seperti anak kecil polos yang gak ngerti apa-apa. Mencatat serius, menyimak serius.


Melihat teman doktor semangat mendengar seperti ini, apa yang ada di fikiran kita jadi keluar semua. Hasil skor akhir : malah Pak Doktor ini yang akhirnya dapat banyak pengetahuan baru. Buah dari kerendah-hatian.


Maka wajar saja, yang merasa pintar dan sok tahu, kadang hidupnya gak kemana-mana, karena yang dipelajari adalah buku cetakan tahun 70an yang gak update sama sekali. Susah menyimak pengetahuan dan wawasan baru.


Berbeda dengan yang melembahkan diri dalam perasaan merasa bodoh, merasa terbatas, merasa untuk terus menerus butuh ilmu, pastilah lebih mudah menghimpun pengetahuan.


Keanehan terjadi lagi, tapi inilah sistem operasi ilahi robbiy, yang merasa bodoh, Allah akan ajarkan ilmu nya. _Wattaqullaha, wayu'allimukumullah._


***


Mereka yang merasa kaya, lalu mempertunjukkan kekayaan, mendendangkan aroma kehebatan, pasti membuat orang lain menyangka bahwa orang-orang begini gak butuh apa-apa. Jadinya bawaannya malas aja kalo deket-deket. Capek juga jadi peserta presentasi kehebatan ini itu. Capek juga dengerinnya.


Berbeda dengan mereka yang walaupun kaya raya, tapi masih humble, masih membuka ruang untuk sinergi, karena segmen golongan ini sadar betul bahwa keterampilannya terbatas, waktunya terbatas, jadi bekerjasama berjamaah lebih baik.


Kang Dewa Eka Prayoga  itu kurang miliarder apa? Tapi yang beliau hadirkan adalah pergaulan yang sangat terbuka akan sinergi. Dewa sadar betul bahwa keterampilannya harus dilengkapi oleh kompetensi orang lain. Dewa sadar betul kekurangannya sebagai Hamba Allah, makanya buka agresif ruang sinergi. Itu bukti kehambaan.


Lagi-lagi mereka yang melembah merendah, akan menghimpun sumber daya yang berlimpah. Sementara yang bertahan di puncak bukit, akan selalu kekeringan dan kedinginan. Kekurangan oksigen pula.


***


Lembah itu rendah, dan air selalu mengalir ke tempat yang rendah. Setinggi apapun air itu berada, ia akan turun ke lembah juga. Maka sungai-sungai itu selalu berada ditempat rendah.


Ada nya air di tempat yang rendah mengundang kebaikan yang lain. Binatang datang ke sungai, manusia bermukim dekat sungai, mereka bercocok tanam pun dekat sumber air.


Maka pada lembah kehambaan, semua sumber daya terhimpun sempurna. Semua datang, semua hadir, semua mengalir deras.


Berbeda dengan puncak bukit yang tinggi. Di puncak gunung ribuan mdpl, mana ada sumur mata air, Mana ada binatang ternak, mana ada oksigen yang cukup. Para pendaki gunung juga paling sebentar saja di atas puncak, habis itu turun lagi, gak ada yang bermukim.


Jadi sangat aneh jika kita diajarkan untuk menuju puncak, disuruh mendaki puncak karir, aneh banget. Karena setelah memuncak itu ya menurun.


Al Quran ngajarin sebaliknya, yang bener itu ya bermukim di lembah, lestari, kontinu, awet, dan penuh sumber daya. Bahasa Qurannya : *SUJUD*. sujud itu posisi terendah pada sholat. Lembah Kehambaan.


Maka yang benar itu, mari kita menuju *LEMBAH KEHAMBAAN*. Mari turun ke lembah, bukan naik ke puncak.


Di puncak gak ada apa-apa, dan di lembah ini banyak apa-apa.


Inilah kodifikasi arahan Al Quran kepada kita manusia, jadilah Hamba, jadilah Hamba Allah. Maka ketika Allah benar-benar jadi satu-satunya majikan, wajarlah jika Allah akan urus kita bulat-bulat. Karena kita sudah di _approve_ centang biru sebagai Hamba.


Maka ketika melihat sebuah entitas dakwah yang seperti magnet, berhasil menarik banyak sumber daya kebaikan, saya komentarnya sederhana :


_"Kiyainya sudah lama jadi Hamba, Pengasuh Masjidnya sudah lama berhasil jadi Hamba Allah, wajar Allah urus lahir batin."_


Pertanyaannya akhir jadi sangat jelas,


Sudahkah kita serius menjadi Hamba Allah? Sudahkah kita memposisikan Allah sebagai satu-satunya majikan? Atau bisa jadi kita memposisikan Allah seperti supplier atau vendor?


Hanya hati kita yang bisa menjawab.


*URS - Serial Kehambaan*


#QuranicManagement - Memanage Hidup Agar Sesuai dengan Tuntunan Al Quran.


*******


Selengkapnya silahkan join Quranic Management Series (QMS)


Daftar klik disini : http://bit.ly/daftarQMS


*URS - Log on QuranicManagement.com*

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url

IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia